Berbagi: Cara Memperbanyak Rejeki

Ternyata, tanpa sadar, Dunia bisnis sudah mengajarkan teori “berbagi pada sesama” yang tenyata bermanfaat untuk memperbanyak rejeki yang kita terima. Bagaimana aplikasinya di lapangan?

Jawabnya adalah:

  • Toko Grosir, grosir Murah, jual beli grosir, sistem jualan partai besar
  • Toko Grosir Aneka Kebutuhan

1. Sistem Jual Beli secara grosir

Grosir atau mendistribusikan diartikan sebagai penjualan barang atau merchandise kepada pengecer, pengguna bisnis industri, komersial, institusi atau profesional, atau kepada penggrosir lainnya dan jasa terkait. Secara umum, artinya penjualan barang kepada siapa saja selain konsumen biasa.  [Wikipedia]

Sistem perdangan Grosir adalah seorang pedagang besar tidak akan langsung berhadapan dengan calon pembeli dan menawarkan produknya melainkan calon pembelilah yang mendatangi pedagang grosir dengan jumlah produk sesuai aturan yang sudah ditentukan. Pembeli harus menebus produk dalam jumlah minimal sesuai aturan pedagang grosir.

Misalnya begini,

Seorang pedagang grosir akan menjual gula pasir dalam jumlah pembelian minimal 100 kg kepada pedagang dibawahnya atau pembeli langsung yang datang untuk mendapatkan produk dalam jumlah besar. Si Grosir hanya mendapat untung Rp. 25,-/ kg tetapi ketika ada 1 orang membeli 100 kg akan mendapat keuntungan 100 kg x Rp. 25,-/kg = Rp. 2.500,- dalam sebuah transaksi yang singkat. Ketika ada (misalnya) 100 transaksi per hari maka terjadi perputaran uang yang besar dalam waktu singkat.

Pedagang grosir memberikan kesempatan pada pedagang di bawahnya (pengecer) untuk ikut merasakan keuntungan dari penjualan gula dengan menjual lagi dengan mengambil untung Rp. 200,-/kg. Tetapi hanya ada 1000 : 1 pengecer yang bisa mencatat 100 transaksi x 100 kg/transaksi = 10.000 kg per hari.

Saat pedagang grosir memberi kesempatan pada pengecer maka dia akan berbagi rejeki yang bisa membuat rejeki pendapatannya semakin besar ketika jumlah transaksi menjadi besar.

2. Sistem Waralaba

Waralaba (Inggris: Franchising;Prancis: Franchise) untuk kejujuran atau kebebasan[1]) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan[2]. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa[3].

Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:

Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. [Wikipedia]

Menurut saya, sistem ini adalah cara memperbanyak rejeki yang hebat. Misalnya saja anda mempunyai sebuah usaha kuliner yang ramai dan bisa mendatangkan banyak pembeli maka jika dibuatkan sistem waralaba bisa mempercepat menumpuknya uang di kantong (rekening) anda.

Berikan kesempatan pada orang lain (investor) yang ingin ikut merasakan keuntungan dari usaha anda. Waralaba kan bisnis anda dengan membuat sistem dan aturan yang jelas.

Anda akan mendapatkan rejeki tambahan dari ‘meminjamkan nama/brand’ usaha anda dan rejeki bulanan dari stok bahan baku kuliner (resep) yang anda kirimkan ke pe-waralaba. Ketika anda sudah mempunyai banyak cabang dengan sistem ‘pinjam nama’ maka yakinlah bahwa rejeki besar akan rutin datang menghampiri anda.

Bagaimana menurut anda?

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama